Presiden Soekarno Menyelamatkan Makam Imam Bukhari
By Ibnu Rusyd

Tim Ekspedisi begitu
terpukau dengan interior masjid yang begitu megah. Namun masih tersiratkan
dalam hati mereka, mengapa pengurus masjid itu begitu berkenan mempersilahkan
orang-orang Indonesia ini untuk masuk masjid untuk berziarah, padahal waktu
telah gelap, dan lampu-lampu masjid telah dimatikan. Setelah itu, Tim Ekspedisi
Indonesia ini kemudian dipersilahkan menuju ruang bawah tanah untuk menziarahi
makam Imam Bukhari Rahimahullah.
Ziarah pun berlangsung. Setelah itu, mereka berbincang dengan pengurus masjid
tersebut, dan menanyakan hal yang tadi menjadi pertanyaan mereka.
Mendengar jawaban dan
penjabaran si pengurus masjid, Tim Ekspedisi Indonesia ini sangat kaget. Ternyata,
si pengurus masjid dan kebanyakan umat Muslim di Uzbekistan sangat hormat
kepada orang-orang Indonesia. Dalam situs lain, seorang teman menceritakan
betapa ramah orang-orang Muslim di Uzbekistan pada orang-orang Indonesia. Makam
Imam Bukhori selalu ditutup untuk umum, namun bila ada orang Indonesia datang
untuk berziarah, dengan senang hati mereka akan mempersilahkannya untuk masuk ke ruangan tempat makam
Imam Bukhari berada. Dan ini ada sebab
historisnya. Ternyata, masjid yang saat ini mereka kunjungi, dibangun adalah berkat saran dan
permintaan Presiden Soekarno kepada Nikita
Khrushchev, penguasa tertinggi Uni Soviet kala itu, yakni tahun 1961.
Dan memang saat itu Uzbekistan masih masuk dalam wilayah negara Uni
Soviet. Bukan hanya itu yang membuat
masyarakat Muslim Uzbekistan begitu hormat pada orang-orang Indonesia, hal yang
paling dikenang adalah ternyata Presiden Bung Karno-lah yang telah menyelamatkan
keberadaan makam Imam Besar Bukhari.
Kisahnya seperti ini, pada
tahun 1961 pemimpin partai Komunis Uni Soviet sekaligus penguasa tertinggi Uni
Soviet, yang tadi kami sebutkan di atas yakni Nikita Sergeyevich Khrushchev
mengundang Bung Karno untuk datang ke Moskow. Sepertinya Khrushchev ingin
menunjukkan pada Amerika bahwa Indonesia berdiri di belakang Uni Soviet. Karena
bukan orang lugu, Bung Karno – panggilan akrab Presiden Soekarno – tidak mau
begitu saja datang ke Moskow. Bung Karno tahu kalau Indonesia terjebak, yang
paling rugi dan menderita adalah rakyat Indonesia. Bung Karno tidak mau membawa
Indonesia pada situasi yang tidak menguntungkan. Bung Karno juga tidak mau
Indonesia dipermainkan negara manapun.
Kemudian Bung Karno
mengajukan syarat untuk memenuhi undangan Khrushchev. Kira-kira Bung Karno
berkata seperti ini; “Saya mau datang ke Moskow dengan satu syarat mutlak yang
harus dipenuhi, tidak boleh tidak.” Kemudian Khrushchev balik bertanya, “ Apa
syarat yang Paduka Presiden ajukan?” Bung Karno menjawab, “ Temukan makam Imam
Bukhari, saya sangat ingin menziarahinya.”
Jelas saja Khrushchev
terheran-heran. Siapa pula itu Imam Bukhari. Dasar orang Indonesia, mungkin
begitu sungutnya dalam hati. Tanpa buang waktu, Khrushchev segera memerintahkan
pasukan elitnya untuk menemukan makam yang dimaksud. Entah berapa lama waktunya
yang diperlukan anak buah Khrushchev untuk menemukan makam tersebut, yang pasti
hasilnya nihil. Khrushchev kembali menghubungi Bung Karno, “ Maaf Paduka
Presiden, kami tidak menemukan makam orang yang Paduka cari. Apa Anda berkenan
mengganti syarat Anda?” Bung Karno tersenyum sinis. “ Kalau tidak ditemukan ya
sudah. Saya urungkan niat untuk ke negara Anda.”
Kalimat singkat Bung
Karno ini membuat kuping Khrushchev panas memerah. Khrushchev balik kanan dan
memrintahkan orang-orang nomor satunya untuk memecahkan masalah ini. Akhirnya,
setelah bolak-balik sana-sini, serta mengumpulkan informasi dari orang -orang
tua Muslim di sekitar Samarkand, anak buah Khrushchev berhasil menemukan makam
Imam Besar kelahiran kota Bukhara tahun 810 Masehi itu. Makamnya dalam kondisi
rusak tak terawat.
Imam Bukhari yang
memiliki peran besar bagi agama dan umat Islam itu dimakamkan di Samarkand pada
tahun 870 Masehi.
Khrushchev pun meminta
agar makam itu dibersihkan dan dipugar secantik mungkin.
Selesai renovasi
Khrushchev kembali menghubungi Bung Karno. Intinya misi pencarian makam Imam
Bukhari telah berhasil. Sambil tersenyum Bung Karno mengatakan, “ Baik, saya
datang ke enagar Anda.” Setelah dari Moskow, Bung Karno tiba di kota Samarkand
pada tanggal 12 Juni 1961. Sehari sebelimnya puluhan ribu orang menyambut kehadiran Pemimpin Besar Revolusi Indonesia
ini di kota Tashkent.
Seperti itulah ulasan
Teguh Santosa dalam situsnya Teguh Timur. Dia mendapat banyak info sejarah
tentang aktivitas Bung Karno di Uzbekistan yang kala itu masih wilayah Uni
Soviet tatkala dia mengunjungi negeri itu dan bertukar info dengan teman dan
warga setempat.
Kini kita semua
mengetahui betapa luar biasa peran seorang Bung Karno. Tidak saja dia banyak
berjasa di dalam negeri, namun di lingkup internasional pun dia punya peran
yang tidak main-main. Kita juga ingat sepak terjang beliau dalam mengadakan
Konferensi Asia Afrika, dan ketika beliau menggagas Gerakan Non Blok. Kita bisa
mengambil banyak keteladanan dari Presiden pertama kita ini.
Dan ini adalah suatu
cambuk semangat untuk umat Islam Indonesia, lihatlah betapa orang Indonesia
punya peran yang tidak kecil bagi agama dan umat ini. Bukan saja Bung Karno
yang telah menyelamatkan makam Imam Perawi Hadis terbanyak dan tershahih itu,
namun kita juga mengenal para ulama dari negeri ini yang memiliki nama besar
dan banyak murid di lingkup Internasional seperti Imam Nawawi Al Bantani,
Syaikh Khatib Al Minangkabauwi, Syaikh Hasyim Asy’ari, Syaikh Cholil Bangkala,
Hadji Agus Salim, Mukti Ali, Nurcholish Madjid dan lain sebagainya.
Kini semakin tersadar
kita bahwa bangsa ini adalah bangsa besar. Bukan hanya besar dalam artian
kuantitas, namun kualitas bangsa ini pun telah diakui dunia. Karena itu,
semangatlah rakyat Indonesia, serta untuk pemuda-pemudi Indonesia, mari siapkan
diri untuk menjadi penerus Bung Karno. Jangan biarkan diri kita lalai dan
terlena dalam kehidupan masa muda ini.
Referensi:
sejarah yang perlu diketahui oleh banyak orang (y)
BalasHapussubhanallah ternyata Bung Karno punya jasa besar....
BalasHapusBUNG KARNO adalah Bapak Bangsa Indonesia yang memang MUSLIM SEJATI, bukan Islam KTP sebagaimana para pemimpin kita dewasa ini.
BalasHapusKepada sobat SYUKRON, saya mohon maaf, artikel ini saya petik di website saya, SANG PENABUR, http;//puguh-darmanto.blogspot.com.
Thanks.